Dari tanah lapang di sebuah sudut komplek P dan K, di Jl Cipete III, Cilandak Jakarta Selatan berawalnya “lahir” komunitas jamaah di tahun 1970-an. Shalat rawatib (lima waktu) yang semula berlokasi di sebuah mushala yang sangat sederhana berdindingkan papan di sisi kanan kirinya penuh semak belukar pepohonan alang-alang. Kala magrib tiba, suara adzan ditingkahi lengkingan jangkrik dan kodok setia menemani jamaah dari magrib sampai Isya adalah irama alam yang ada di sekitarnya Berangkat dari kebutuhan, jamaah pun menginginkan berdirinya sebuah masjid idaman…. | | |  | Maka mulailah mendirikan masjid Al Ikhlas    | | | 2008 | “ Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, emnunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, Maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk. “ (At Taubah, ayat 18) |
|